Sabtu, 12 September 1981

Benbella, Islam dan Partai Tunggal

Setelah  20 tahun dalam tahanan, bekas presiden Aljazair Ahmad Benbella mendapat status sebagai orang bebas.

Dua puluh tahun bukanlah waktu yang pendek bagi seseorang, apalagi bagi tokoh yang menjadi aktivis gerakan kemerdekaan semenjak usia muda.

Dalam usia 61 tahun ia kembali jadi seorang manusia 'normal', setelah enam tahun di penjara Perancis dan empat belas tahun ditahan tanpa tuduhan oleh penggantinya, mendiang bekas presiden  Hawari Boumedienne. Baru setelah Boumedienne meninggal dunia dan Benjedid Chazli menggantikannya, Benbella memperoleh kemerdekaannya.

Sabtu, 15 Agustus 1981

Eksperimen dengan Sebuah Revolusi

Tiga belas tahun pemerintahan Partai Sosialis Arab Ba'ath (kebangunan) ternyata membawa perubahan sangat  besar dalam kehidupan bangsa Irak. Tumbuhnya disiplin nasional dapat dibuat dalam beberapa hal kecil, seperti berjalan. Pengaturannya semakin keras: yang melanggar terkena hukuman denda sekitar tujuh ribu rupiah kita.

Tetapi sudah tentu hal-hal  itu tidak dapat dijadikan ukuran bagi transformasi mendasar yang dijalani kehidupan bangsa Irak.

Sabtu, 11 Juli 1981

Iran yang Tidak Saya Lihat

Orang punya perkiraan masing-masing tentang perkembangan di Iran. Untuk mewakili aspirasi aneka pendapat, dari mereka yang tidak melihat sendiri perkembangan di sana, penulis ingin menyajikan persepsinya sendiriyang untuk lebih 'sip'-nya akan dibuat dengan cara tanya jawab.

Siapa sajakah pelaku utama lakon sejarah di Iran, yang  berhasil menggulingkan bekas Shah Reza Pahlevi dan mendirikan sebuah Republik Islam?

Kaum mullah, Khomeini dan Bani Sadr

Sabtu, 20 Juni 1981

Mengapa Mereka Marah

Seorang kawan menanyakan, mengapa banyak pemuka masyarakat Islam marah kalau mendengar sebutan 'kaum fundamentalis', atau tersinggung kalau ada orang membicarakan 'issue negara Islam'.

Pertanyaan yang patut direnungkan, karena ia menunjuk pada perkembangan sangat kompleks dalam kehidupan bermasyarakat kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di negeri kita.

Sabtu, 25 April 1981

Perihal Gerakan Sempalan Islam

Sempal adalah kata kerja dari bahasa Jawa. Artinya patah dan terpisahnya dahan dari batang pohon, atau cabang dari dahan. Dengan bahasa Indonesia, sulit untuk menamai gerakan Islam yang memisahkan diri dari batang tubuh umat seagama. Kata ‘pecahan’, umpamanya, mengandung pengertian sama besar antara yang memisahkan diri dan batang tubuh umat. Karenanya, digunakan kata ‘sempalan’ untuk menunjuk kepada fenomena, yang dalam bahasa Inggris disebut splinter groups.

Jumlahnya banyak, berukuran kecil-kecil, dan ada kecenderungan untuk memecah diri terus menerus dalam sebuah proses reaksi bersambung. Fenomena ini memunculkan diri dalam semakin banyaknya kelompok yang keras dan militan di kalangan muslimin berusia muda dimana-mana.

Sabtu, 28 Maret 1981

Pada Usia Sepuluh Tahun

Beberapa waktu yang lalu, sewaktu sekian halaman majalah ini ’dihitamkan’, segera orang menjadi ribut. Sehingga akhirnya muncul sebuah ‘kuis  imajiner’ sebagai berikut:
T: Mengapakah TEMPO dibuat hitam seperti itu?
J: Karena reportase soal  tukang santet dan bromocorah di Jember
T: Siapakah yang memerintahkan pengitaman itu?
J: Tukang santet dan bromocorah  Jakarta

Sabtu, 09 Agustus 1980

Sederhana, Syahdu

Bangunan berbentuk segi delapan itu tidaklah tinggi. Tidak pula berukuran besar. Paling tinggi sepuluh meter. Garis tengah penampangnya tidak lebih dari duapuluh lima meter. Dikitari halaman rumput biasa tanpa taman, dindingnya terbuat dari batu bata merah tanpa ‘plester kapur’ (apalagi dengan hiasan rural atau bas relief ) tidak ada tanda-tanda kemegahan apa pun dipasang di luar.

Pada tengah atapnya ada atrium yang menjadi jalan masuknya cahaya matahari ke alam ruangan, cahaya itu kemudian disangga oleh sebuah reflektor penyangga yang digantungkan pada dasar atap dan bagian atas dinding dalam ruangan utama. Pantulan cahaya yang didapat adalah sinar lembut yang tidak membuat mata silau.